Dari Keluhan Pasien Kepanasan Hingga Fasilitas Tak Memadai dan Bau Busuk WC

BANDARLAMPUNG-(Lintasindonesia1.Com)-Menyedihkan mungkin itu ungkapan rasa prihatin saat Komisi IV DPRD Kota Bandarlampung, melakukan insfeksi mendadak (Sidak) ke RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo, pasalnya anggota menemukan banyak kejanggalan fasilitas rumah sakit yang tidak memadai, dari kebersihan higga fasilitas kamar kecil (WC) yang tidak layak pakai bahkan keluhan pasien yang merasa kepanasan diruang rawat inap.

Sidak komisi IV yang dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD M. I. Darma, Wakil Sri Ningsih Djamsari, Rakhmad Navindra, Dharma Wansyah, Sofyan Sauri, Yuni Karnis, STP
Drs. Abdul Salim, MM, Pepi Asih W, S.ST.

Menurut M.I Darma Setiawan ketua komisi IV DPRD kota bandar Lampung jika sidak yang dilakukan pihaknya merupakan dasar dari pengaduan warga, karena fasilitas rumah sakit yang tidak memadai dari instalasi air, hingga pelayanan.

“Dasar kita pengaduan warga, karena air gak ada, terus di dalam ruang pasien terasa panas, padahal ada pendingin AC, makanya kita cek ternyata benar, kipas angin saja kita temukan kotor ada yang rusak, AC nya nggak hidup, kasian kan pasiennya, kalau begini, bukan tambah sehat, malah tambah sakit orang kan,” ujar Darma, di sela-sela sidak di RSUD Dr. A. Dadi Tjokrodipo, Selasa (3/12/2019).

Nah, melihat hal ini tersebut pihak DPRD menyayangkan pelayanan rumah sakit yang sangat minim. “Kan kita lihat sendiri tadi, beberapa ruangan kita sidak, hampir semua ruangan WC nya tidak memadai dan dimana-dimana terlihat kotor, bahkan sangat kumuh, ini anggaran pemeliharaanya dikemanakan, belum lagi keluhan pasien yang merasa panas, apalagi di ruangan rawat inap balita tadi kan, kita rasakan sendiri, bagaimana tanggung jawab direkturnya,” apa kerja direkturnya keadaan seperti ini kok di biarkan, ungkapnya.

Karena itu, politisi Gerindra ini menambahkan, pihaknya meminta managemen rumah sakit bisa memperbaiki semua fasilitas yang tidak memadai. “Kalau begini kan bagaimana fasien mau sehat, jangan-jangan rumah sakit sepi karena orang gak mau kesitu karena melihat fasilitas yang kumuh dan tidak memadai, bahkan ada laporan banyaknya pasien yang di tolak dengan alasan kamar penuh’ bisa kita lihat tadi pasien sepi bahkan ruangan untuk balita aja ada yang di kunci karena tak ada pasiennya,jelasnya.

Ditambahkan Abdul Salim, anggota Komisi IV lainnya, bahwa kedepan pihak pemkot dalam pembangunan rumah sakit wajib memilih rekanan yang sudah berpengalaman, karena dilihat gedung rumah sakit dengan jangka waktu pembangunan saat ini sudah banyak yang rusak. “Keramik lantai rumah sakit sudah banyak yang jebol, dinding-dinding sudah banyak yang retak sampah ada dimana-mana bahkan tangga yang ke arah lantai empat banyak debunya seperti gak pernah dibersikan, kedepan Pemkot cari pemenang tender yang berpengalaman, sehingga hasil pembangunan bisa layak dan bagus. Untuk WC nya juga harus segera diperbaiki, karena ini sangat diperlukan pasien, jangan wc yang bau dan tidak bisa terpakai seperti itu, kan ada dana perawatan, perbaiki dong,” tandasnya.

Namun sayang, Seksi Pengendalian Fasilitas Keperawatan Dedi Rahardi, enggan menanggapi dengan hasil sidak Komisi IV dengan alasan bukan ranahnya. “Maaf kami satu pintu kalau mau konfirmasi, saya dan kawan-kawan hanya mendampingi dewan sidak bu direktur sedang ada rapat,” kilahnya.(Li-1/jal)