Kelurahan kelapa Tiga Tepis Dugaan Kegiatan Fiktif

BANDARLAMPUNG– (Lintasindonesia1.Com)-TudinganTudingan adanya kegiatan piktif program Dana Kelurahan (Dakel) tahun 2019 di Kelurahan Kelapa Tiga Permai Kecamatan Tanjung Karang Barat (TKB) Kota Bandar Lampung di tepis oleh pihak kelurahan dalam rapat dengar pendapat (Hearing ) yang di gelar pihak komisi I dan Komisi III DPRD Kota ,Senin (20/01/2020).

Menurut Lurah Kelapa Tiga Permai Achmad Suhendri dalam hering tersebut menjelaskam bahwa Program Dakel tahun 2019 di Kelurahan Kelapa tiga TKB telah di laksanakan di 11 titik yang ada di 8 RT baik di lingkungan 1 maupun di lingkungan 2 sudah teralisasi sesuai harapakan masyarakat.

“Nah,tudingan piktif itu yang mana, kami bersama ketua pokmas dan RT, sudah menjalankan apa yang di ajukan masyarakat dan semuanya teralisasi,”kata Achmad Suhendri dalam hering tersebut.

Dirinya menjelaskan bahwa tudingan  pemberitan di salah satu media onlen itu tidak benar karna yang di bilang piktif itu jelas ada dananya namun tidak ada pisiknya.Sedangkan di kelurahan Kelapa Tiga Permai semua pekerjaan sudah terealaisasi.

“Dalam pemberitaan media onlen itu bahwa ada 4 RT yang mendapat pekerjaan tapi tidak dilaksanakan, padahal di empat RT itu memang belum di ralisasikan  dalam pengajuan program Dakel tahun 2019 lalu ,baru akan di ajukan di tahun 2020 ini ,”jelasnya.

Dirinya menambahkan  bahwa di tahun 2019 di lingkungan 1 yang belum bisa di realisasi ajuannya yakni RT 01 (Hatidi) RT 03 (Syaprudin),RT 04 (Hariyawan),RT 06 ( Kadaryanto) dan wilayah ke emapat RT di lingkungan 1 ini baru mau di ajukan mudah-mudahan di tahun 2020 ajuan itu bisa teralisasi.

“Jadi tidak benar adanya tudingan itu sudah jelas di 4 RT Lingkungan satu di didak ada pembangunanya ,”Kata Achmad Suhendri.

Selaku kepala lingkungan (Kaling )1 Mahmud yang juga sebagai ketua Pokmas kelurahan Kelapa Tiga Permai dalam hering tersebut juga membenarkan bahwa di kelurahan tersebut ada 11 titik kegiatan yang tersebar di 12 RT baik di Lingkungan 2 dan lingkungan 2 kelurahan setempat.

“Memang di lingkungan 1 ada sekitar 6 RT, namun di tahun 2019 untuk peralisasi Dakel dari semua RT yang mengajukan peralisasin kegitan hanya ada 2 RT yang mendapat pembanguna  yakni RT 02 dan RT 05 lingkungan 1,”ucapnya.

Ia juga menerangkan perealisasian pembangunan di 2 RT di lingkungan 1 ini  ada 5  titik pekerjaan yang bibagi  3 titik di RT 02 dan 2 titik di RT 05 dan titik  yang lainya ada di 6 RT di lingkungan 2 .

“Nah, 6 RT yang ada di lingkungan 1 ini ada sekitar 4 RT yang waktu ajuan masyarkat yang belum bisa di realisasi pada waktu itu  dan kemungkinan ajuan dari 4 RT ini akan di realisasi di tahun 2020 ini,”kata Mahmud.

Sementara itu Sahril Iskandar selaku Lurah Gedong Air yang juga sebagai ketua Porum Lurah Kecamatan TKB angkat bisa lataran dalam pemberitaan tersebut menuding pihak kelurahan telah melakukan koropsi berjamaah selain itu juga ada tudingan dirinya di sebutkan sebagai salah satu pemborong dalam kegitan program Dakel di kelurahan kelapa Tiga Permai.

“Kapasitas saya di kelurahan Kelapa Tiga Permai hanya sebagai pemberi arahan saja,lataran saya juga lama bekerja di kelurahan itu,jadi saya tegaskan saya bukan sebagai pemborongnya, karna wajar -wajar saja terlibat di sutu karna saya sebagai ketua Porum kelurahan ,”tegas Sahril Iskandar .

“Dan juga dirinya berharap kepada semua masyarakat di kelurahan Kelapa Tiga Permain untuk bersatu membangun di kelurahan itu.”ucapnya.

Pernyataan Sahril Ini juga di benarkan oleh salah satu ketua RT 02 lingkungan 2 Amrullah bahwa terkait ada isu yang menjadi pemborong dalam kegitan ini menyebutkan Sahril adalah pelakunya Amrullah menegaskan hal itu semuanya ini tidak benar, karna pihak RT dan Kaling hanya meminta  saran dan masukan Sahrill lataran sahril sudah  lama bekerja di Kelurahan Kelapa Tiga  3 Permai selain itu juga kedudukan Sahril  selaku ketua Porum Lurah.

“Jadi tudingan itu semua tidak benar karna semua pekerjaan yang ada di Kelurahan Kelapa Tiga Permai dikerjakan oleh RT dan Warga Kelurahan Kelapa Tiga Permai ,”tegas Amrullah yang sempat datang di untuk menyakiskan hering tersebut.

Menaggapai permasalahan tersebut selaku ketua Komisi I DPRD Hanpi Pulung mengatakan bahwa dalam permaslaah tersebut sudah jelas tidak ada pekerjan piktif hanya saja ada permasalahan ketidak puasan masyarakat adanya realisasi kegitan program Dakel  di kelurahan tersebut.

“Mungkin dalam waktu dekat ini  komisi 1 bersama komisi III akan turun untuk berkoordinasi dengan pihak kelurahan untuk melakukan pegecekan lokasi adanya titik -titik pekerjaan tersebut,”kata Hanapi Pulung.

Ditambahkan oleh ketua Komisi III Yohadi bahwa setelah mendengarkan jawaban dari Sahril terkait  kedudukan sebagai Ketua Porum Lurah di kecamatan TKB dirinya menjelaskan bahwa tudingan itu tidak benar.

“Disini sudah jelas bahwa Sahril bukan pemborong pekerjaan -pekerjaan,”tegas Yohadi.

Diketahui  berdasarkan keterangan dari beberapa RT yang ada bahwa di 11 titik pekerjaan di beberapa RT baik di lingkungan 1 dan di lingkungan 2 kelurahan kelapa Tiga setempat,seperti realisasi pembanggunan 2 Rabat Beton dan 1 jembatan yang ada di RT 02 Lingkungan 1 sampai saat ini sudah teralisasi seperti pembanguan 2 Rabat Beton dan 1 jembatan.

Begitu juga berdasarkan keterangan Samsul selaku mantan RT 06 lingkungan II bahwa di RT yang dia pimpin mendapat  2 titik pekerjaa yang semuanya Rabat Beton dan pekerjaan itu sampai saat ini sudah teralisasi semua.

Senada juga dengan keterangan RT 03  lingkingan 2  M.Yusuf  bahwa di tempat RT yang dia pimpin ada 1 titik pekerjaan yakni berupa Dranase,tepatnya di Gg Langgar sudah selesi di kerjakan.

“Kalau di tempat kita hanya 1 titik adanya pekerjaan Dranase ,”ucap M.Yusup.

Ditambahkan oleh Doni Hartati selaku  Ketua RT 02 lingkungan 2 juga mejelaskan kepada koran ini bahwa di tempat dia tinggal RT 02 masyarakat telah mengajukan jalan agar di Rabat Beton yakni  di JL Agus Salim  Gg Langgar.

“Semua sudah sesuai apa yang di harapkan masyakat ,”pungkasnya.(Li-1/rls)