Pekerjaan Rehabilitasi Tanggul Sungai Way Balok di Tanggamus Di Duga Ladang Korupsi

Bandar Lampung-(lintasindonesia1.com)Puluhan Massa mengatasnamakan Aliansi Lembaga mengadakan aksi demo di Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Rabu (16/9/2020).
Aksi mereka dikarenakan beberapa proyek di kabupaten Tanggamus dan Pringsewu diduga dikerjakan pihak rekanan dengan asal-asalan.

Koordinator Aksi , Nova mengungkapkan, pihaknya menemukan kegiatan pekerjaan rehabitilasi tanggul sungai Way Balok di Tanggamus sudah banyak mengalami kerusakan bahkan di beberapa sudut sudah terlihat hancur, padahal pengerjaan proyeknya tersebut masih berlangsung.
Nova menyebutkan, proyek yang dikerjakan oleh CV Samalo Kiat Sejaterah dengan pagu anggaran sebesar Rp3,5 miliar tersebut dianggap pemborosan anggaran dan diduga ada unsur mark up(korupsi) maka dari itu nova meminta untuk pihak berwajib segera panggil pemborong.

“Kami cek dilapangan, pengerjaan tersebut amburadul, baik aturan penggunaan tanah, maupun bahan yang dikerjakan. Intinya sudah banyak kerusakan disana-sini,”kata Nova.
Tak hanya itu, proyek tanggul tersebut juga pekerjanya tidak menggunakan alat pengaman K3. “Hal ini sangat berbahaya sekali,”ucapnya. Seperti yang di ucapkan Direktur Pengawasan Norma K3 Kemenaker Herman Prakoso Hidayat mengatakan penerapan sanksi denda kecelakaan kerja selama ini mengacu pada Undang Undang (UU) nomor 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.

Jelas Dalam UU tersebut pidana sekitar 2-4 tahun, denda Rp200 juta-Rp400 juta.

Tak hanya itu, pembangunan embung konservasi di kabupaten Pringsewu yang dikerjakan oleh CV Lembak Indah dengan nilai pagu Rp 6.935.027.000 di desa gunung raya dan desa kemiling kecamatan Pagelaran Utara itu pun sarat bermasalah.
Dari pantauan mereka di lapangan, bisa dikategorikan pembangunannya asal jadi.
“Dari pengamatan kami semenan dasar tidak ada lapisan, coran embung menggunakan alat manual, sehingga bisa ditakar kualitasnya. Selain itu dinding penahan tanah dibuat secara asal-asalan, sangat terlihat dilapangan pekerjaan ini asal jadi yang mana semua ini sangat merugikan negara , mangka dari itu seharunya pihak kejari atau yang berkopetin dalam hal ini harus segera melakukan pemeriksaan terhadap kerjaan ini,”ungkapnya.
Sehingga mereka menggangap pembangunan itu hanya pemborosan anggaran saja dan kerugian bagi negara.

Oleh karena itu, Aliansi Lembaga meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas proyek pengerjaan di Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji tersebut.
“Kami juga meminta kepada Balai, untuk menindak tegas bawahannya yang bermain proyek,”tandasnya.(li-1/jal)